Rabu, 28 Juli 2010

Menambahkan Menu Move To pada Context Menu

Fungsi Menu Move To ini hampir sama dengan menu “cut” yang sudah ada pada menu default Context Menu dalam Windows Explorer, yaitu memindahkan file atau folder dari suatu drive atau folder yang satu ke drive atau folder yang lain. Sebenarnya menu Move To ini sudah ada pada menu bar yaitu Edit >> Move To Folder namun karena alasan kepraktisan mungkin kita perlu menambahkan menu Move To ini pada context menu yang dirasa lebih praktis dan cepat.

Dengan menu Move To tersebut, kita dapat memindahkan file/folder dengan lebih praktis setidaknya jika dibandingkan dengan menggunakan menu “cut”, salah satu menu default pada context menu. Untuk menambahkan menu Move To ini kita dapat menggunakan fasilitas regedit Windows dengan langkah-langkah sebagai berikut.
Pertama, jalankan regedit dengan cara seperti biasanya, yaitu Start >> Run >> ketikkan “regedit” (tanpa tanda petik) kemudian tekan OK atau ENTER
Kedua, klik H_KEY_CLASSES_ROOT >> AllFilesystemObjects >> shellex >> ContextMenuHandlers >>
Ketiga, pada folder ContextMenuHandlers klik kanan >> New >> Key dan namai dengan Move To
Kelima, klik pada folder Move To kemudian berpindah ke panel sebelah kanan, kemudian klik double pada string “default” sehingga akan muncul jendela edit string.
Keenam, copy kode berikut ini dan pastekan pada baris “value data”, seperti di atas.
{C2FBB631-2971-11D1-A18C-00C04FD75D13}
Ketujuh, kemudian klik OK
Kedelapan, tutup jendela regedit
Kesembilan, selesai

Menyembunyikan Ikon Tertentu Control Panel

Control Panel berisi menu-menu yang dilambangkan dengan ikon-ikon berfungsi untuk melakukan pengaturan-pengaturan vital yang berhubungan dengan system dan hardware computer. Penggunaan oleh orang yang tidak tahu atau bahkan orang yang tidak bertanggungjawab dapat menyebabkan system atau hardware tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jika mengkawatirkan hal tersebut, kita dapat menyembunyikan beberapa ikon-ikon yang kita anggap "rawan" dalam Control Panel sehingga tidak setiap user dapat mengaksesnya.
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
Pertama, jalankan REGEDIT dengan cara klik [Start]>[Run] kemudian ketikkan “regedit” (tanpa tanda kutip) kemudian tekan OK atau ENTER hingga akan muncul jendela Registry Editor.
Kedua, klik HKEY_CURRENT_USER \Control Panel\don’t load
Ketiga, klik kanan pada folder don’t load kemudian klik [New]>[String Value] kemudian namai dengan nama file yang ada di Control Panel.
Sebagai contoh, jika kita ingin menyembunyikan ikon Modem and Phone Option maka namai string value tersebut dengan telephon.cpl atau jika ingin menyembunyikan ikon Internet Options maka namai dengan inet.cpl.
Keempat, isikan value datanya dengan 0.
Kelima, tutup jendela Registry Editor
Kelima, restart komputer
Sekarang, klik Control Panel dan pastikan ikon Control Panel yang ingin kita sembunyikan benar-benar tidak muncul.
Untuk mengetahui nama-nama file dari masing-masing ikon pada Control Panel selengkapnya kita dapat menemukannya dengan menggunakan fasilitas Search dan mengetikkan kata kunci *.cpl pada opsi “All or part of the file name”.

Cara Mematikan Secara Otomatis Program Not Responding

Cara Mematikan Secara Program Not Responding. Pernahkah kita mengalami di mana program yang kita buka mengalami “hang” atau not responding? Jika pernah, tentunya kejadian seperti ini sangat menjengkelkan sekali. Jika sudah demikian kita harus melakukan pe-nonaktifan program yang mengalami “kemacetan” tersebut dan ini sangat menjengkelkan. Dengan mengotak-atik registry, kita dapat mematikan program not responding secara otomatis.

Pertama, jalankan registry dengan cara klik Start >> Run >> kemudian ketikkan “regedit” kemudian ENTER atau OK sehingga muncul jendela Registry Editor.
Kedua, klik HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop
Ketiga, pada panel sebelah kanan, cari dan klik double pada “AutoEndTasks” hingga muncul jendela Edit String,
Keempat, ganti value datanya menjadi 1.
Kelima, tutup registry Windows.
Keenam, restart computer.

Tips Menyembunyikan My Recent Documents dari Menu Start

Secara default, menu My Recent Documents ditampilkan pada menu Start. Jika menginginkan, kita dapat menyembunyikannya sehingga orang lain tidak dapat melihat jejak atas dokumen apa saja yang baru saja kita buka.

Pertama, jalankan regedit (registry editor) dengan cara [Start] >> [Run] >> kemudian ketikkan “regedit” kemudian dilanjutkan dengan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
Kedua, kemudian klik
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Ketiga, pada folder Explorer buatkan DWORD Value kemudian beri nama “NoRecentDocsMenu”
Keempat, klik double DWORD Value yang baru saja kita buat tersebut sehingga muncul jendela “Edit DWORD Value” kemudian isikan pada value data dengan 1.
Kelima, klik OK dan restart PC.
Kelima, untuk menampilkan kembali, ulangi langkah-langkah di atas kemudian isi value data menjadi 0.

Melakukan Backup Registry Windows

Tips Membackup Registry Windows : Untuk tujuan pengoptimalan kinerja Windows, tidak jarang kita harus melakukan otak-atik terhadap registry Windows. Untuk melakukan pekerjaan tersebut dituntut kehati-hatian kita karena salah sedikit saja dapat berakibat fatal sehinga dapat memaksa kita untuk melakukan install ulang Windows. Oleh karena itu, sebelum melakukannya, sebaiknya kita melakukan pem-backup-an terlebih dahulu sehingga jika suatu saat terjadi trouble, kita dapat mengembalikan ke registry semula.
Untuk keperluan tersebut, kita dapat menggunakan freeware yang dapat kita temukan di internet dengan mudah. Namun dari pada susah-susah mencari atau mendownloadnya, kita dapat memperdayakan fasilitas yang ada di Windows, yaitu dengan menggunakan registry editor itu sendiri, langkah-langkahnya sebagai berikut.
Pertama, klik Start >> Run >> kemudian ketikkan “regedit” (tanpa tanda petik) kemudian klik OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
Kedua, Klik menu File >> Export >> kemudian arahkan ke folder yang kita inginkan atau dapat juga pada flashdisk.
Ketiga, Namai file tersebut dengan ektensi *.reg
Keempat, selesai.
Dengan keempat langkah tersebut, kita sudah melakukan backup terhadap registry Windows. Dengan demikian, jika dalam peng-otak-atik-an tersebut mengalami problem maka kita dapat mengembalikan ke registry semula dengan aman.
Untuk mengembalikan kepada registry semula, langkah-langkahnya hampir sama dengan langkah-langkah di atas.
Pertama, klik Start >> Run >> ketikkan regedit kemudian tekan OK atau ENTER.
Kedua, klik menu File >> Import kemudian arahkan pada folder tempat kita menyimpan backup-an tersebut.
Ketiga, jika sudah ketemu, klik open. Atau bisa juga dengan melakukan klik double pada file backup tersebut.
Keempat, jika berhasil, kita akan mendapatkan pesan konfirmasi bahwa file backup-an telah sukses diinstall pada registry.

Menyembunyikan Semua Program Dari Start Menu

Pertama, jalankan registry editor dengan cara klik [Start] >> [Run] >> kemudian ketikkan “regedit” (tanpa tanda kutip) dilanjutkan dengan menekan OK atau ENTER hingga akan muncul jendela regedit.
Kedua,
jika kita menghendaki semua program tidak muncul hanya username yang sedang kita gunakan untuk login, masuklah pada
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\ CurrentVersion\Policies\
Jika kita menghendaki semua program tidak muncul pada semua username, maka masuklah pada
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\ CurrentVersion\Policies\
Ketiga, pada folder policies buatlah DWORD Value baru dengan cara klik kanan pada folder policies kemudian pilih [New] > [DWORD Value] kemudian namai DWORD Value tersebut dengan “NoStartMenuMoreProgram”
Keempat, klik double pada DWORD value yang baru saja kita buat tersebut kemudian isi value datanya dengan angka 1,

Kelima, klik OK dan restart komputer
Untuk mengembalikan seperti semula, ubahlah value datanya menjadi 0 atau hapus saja DWORD Value tersebut.

Menyalin File atau Folder Dengan Menu Copy To

Menambahkan Menu Copy To Pada Context Menu : Seperti kita ketahui bahwa banyak cara yang dapat kita gunakan untuk meng-copy suatu file atau folder dari suatu folder atau drive yang satu ke folder atau drive yang lain. Di antara sekian banyak cara tersebut adalah dengan menggunakan menu copy dari context menu yang tampil ketika kita melakukan klik kanan pada file/folder di maksud. Setelah itu kita menuju ke folder/drive tujuan dan melakukan paste di sana. Maka file/folder dimaksud sudah tercopy dengan "baik".
Selain “ritual” yang telah disebutkan di atas, kita dapat menggunakan “ritual” yang lain yang sedikit berbeda. Pada cara yang ini, ketika kita mengklik menu copy maka kita akan langsung diarahkan kepada jendela baru dengan pilihan drive yang ada pada computer kita. Dengan demikian kita mendapatkan folder/drive tujuan lebih cepat dan praktis. Hal ini berbeda dengan ritual yang biasanya di mana kadang-kadang kita harus mengklak-klik untuk mencari folder/drive tujuan terlebih dahulu.
Karena ritual yang ini menggunakan menu yang belum “tercover” pada context menu yang ada maka kita harus membuatnya terlebih dahulu dengan mengotak-atik regedit, sebagai berikut.
Pertama, jalankan regedit dengan cara seperti biasanya, yaitu Start >> Run >> ketikkan “regedit” (tanpa tanda petik) kemudian tekan OK atau ENTER
Kedua, klik H_KEY_CLASSES_ROOT >> AllFilesystemObjects >> shellex >> ContextMenuHandlers >>
Ketiga, pada folder ContextMenuHandlers klik kanan >> New >> Key dan namai dengan Copy To
Kelima, klik pada folder Copy To kemudian berpindah ke panel sebelah kanan, kemudian klik double pada string “default” sehingga akan muncul jendela edit string
Keenam, copy kode berikut ini dan pastekan pada baris “value data”, seperti di atas.
{C2FBB630-2971-11D1-A18C-00C04FD75D13}
Ketujuh, kemudian klik OK
Kedelapan, tutup jendela regedit
Kesembilan, selesai
HASILNYA
Untuk melihat hasilnya, silakan buka Windows Explorer kemudian klik kanan pada salah satu file/folder yang akan kita copy, dan kita akan mendapatkan menu copy to.

Memprotect Harddisk Agar Data Tidak di Copy Orang

Untuk Sobat Yang Punya Data Penting, Jadi, artikel Kali ini membahas tentang ilmu Komputer Lagi yaitu Protect Harddisk Agar data Tidak Bisa Di Copy Orang,, Maksudnya Supaya daat dari Hrddisk anda tidak Bisa di Copy, Cut dan di Malingin sama Teman kalian/yang berkepentingan untuk di Copy ke Harddisk,,
Nah, Mau Tau Caranya??
ini dya:
Note : Semua OS bisa : Win XP SP1, SP2, SP3, + Win VISTA..
ini Langkah-Langkah yang Harus di Tempuh!!
1. masuk REGEDIT (pencet Windows+R)
2. TrusCari —-> HKEY_LOCALMACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control
3. Di folder CONTROL, ketik -> Edit>New>Key
terus namain folder baru itu —-> “StorageDevicePolicies”
4. trus di folder “StorageDevicePolicies”, ketik Edit>New>Dword (32-bit)
5. trus key yang baru itu namain : “WriteProtect”
6. Klik 2x Key WriteProtect-nya, trus ganti Value Data jadi 1
7. Restart deh ….
nanti kalo berhasil trus ada mo ada yang ngambil data jadi kaya gini ni
Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4
Jika anda ingin balikin lagi jadi normal, ,
Tinggal balikin aja Value Data dari key yang namanya “WriteProtect” itu jadi 0

Mengoptimasi Windows Vista

Setiap orang perlu Windows Vista yang lebih cepat dan efisien, berikut ini caranya:

1. Tambah memory
Paling gampang mempercepat sistem adalah menambah memory (RAM) – 1GB (1024MB) adalah minimum yang direkomendasikan, namun, tambahkan sebanyak yang bisa disupport oleh sistem anda dan keuangan anda.

2. Gunakan USB Flash Drive
Jika Anda mempunyai USB flash drive dengan free space minimal 256MB, ini bisa membantu Anda. Tancapkan ke slot USB2.0 yang kosong, dan ketika ditanya, pilih “Speed up my system”.

3. Configurasi Readyboost
Buka My Computer, right-click flash drive Anda, pilih Properties dan pindah ke tab ReadyBoost.

4. Beli USB Flash Drive baru
Jika Anda ingin membeli flash drive khusus untuk ReadyBoost (ingat, ini bukan pengganti RAM), pilih yang mempunyai kecepatan read/write lebih baik (seperti FLASH VOYAGER GT) untuk hasil terbaik.

5. Overclock Graphics Card
Anda bisa meng-overclock Graphic Card untuk sedikit mempercepatnya. Gunakan PowerStrip or ATITool, tapi ingat, ini beresiko merusak atau memperpendek usianya, jadi pertimbangkan baik-baik, resiko ditangan Anda.

6. Upgrade Drivers Anda
Beberapa driver terbaru – khususnya untuk graphics cards dan chipsets – bisa memberikan performande lebih baik. Cek ke website masing-masing hardware.

7. Benchmark PC/Notebook Anda
Windows Experience Index base score menunjukan seberapa mampu PC/Notebook kita menjalankan Windows Vista, yang mana akan memberikan gambaran apa-apa yang perlu diupgrade. Click Start > Control Panel dan pilih System and Maintenance, pilih Performance Information and Tools. Gunakan link disamping kiri dengan petunjuk kami untuk menigkatkan performa.

8. Percepat Network Anda
Wireless networks lebih lambat daripada wired networks, jadi jangan membuat semuanya wireless kecuali memang perlu. Carilah peralatan 802.11n untuk jangkauan dan performa terbaik – ingat, makin jauh dari access point, koneksi makin lambat, jadi jika perlu memindah file yang besar, letakan sedekat mungkin dengan router atau gunakan kabel.

9. Tambahkan Paging file
Jika Anda punya internal hard drive kedua atau eSATA-connected drive, Anda bisa membuat Windows Vista untuk memanfaatkannya membuat paging file sebagai tambahan boot drive. Ini caranya:

a) Masuk ke Virtual Memory Settings
Buka System Properties dan click Advanced system settings. Click Settings dibawah Performance, pindah ke Advanced tab dan click tombol Change.

b) Set Paging File Baru
Untick “Automatically manage paging file size for all drives”. Pilih drive dan pilih partisi yang paling sedikit terpakai. Pilih System managed size dan click Set.

c) Reboot dan Review
Click OK 3 kali dan reboot ketika diminta. Setelah itu,cek ke bagian ini dan pastikan drive C dan drive baru mempunyai system managed paging.

10. Customise Start Menu
Right-click tombol Start dan pilih Properties. Click Customize dan atur Start menu sesuai selera, sehingga Anda mudah mengakses program yang diperlukan – pilihan kesukaan kami? Pilih “Display as a menu” dibagian Control Panel.

11. Shortcut ke file Control Panel
Jika sering menggunakan Control Panel applet, buatlah shortcut, taruh dimana saja yang kamu suka, termasuk di Start menu.

12. Gunakan Windows Key
[Windows] key sering dilihat hanya sebagai keyboard shortcut, padahal banyak yang bisa dilakukan. Contoh, memindah Sidebar ke depan, tekan[Windows] + [Space]. Pengguna Laptop bisa menekan[Windows] + [X] untuk masuk ke Windows Mobility Center. Dan tekan [Windows] plus nomer antara 1 dan 0 untuk akses ke 10 pertama shortcut di Quick Launch toolbar.

13. Program Keyboard Anda
Banyak keyboards modern yang mempunyai tombol tambahan untuk diprogram. Manfaatkan itu.

14. Buat Shortcuts sendiri
Anda bisa bikin shortcut sendiri. Right-click shortcut di Taskbar, desktop atau Start menu dan pilih Properties. Taruh cursor di Shortcut key box dan tekan sebuah huruf. Anda akan melihat tambahan [Ctrl] + [Alt], click OK untuk selesai.

15. Use The Start Menu's Run Dialog
Press [Windows] + [R] to access the Run dialog – from here you can type in web addresses, folder locations or the names of key programs and utilities (for example, devmgmt.msc for Device Manager) to access them more quickly than browsing the Start menu.

16. Gunakan Start Menu's Run Dialog
Tekan [Windows] + [R] untuk masuk ke Run dialog – dari sini Anda bisa masukkan web addresses, folder locations atau nama program dan utilities (contoh, devmgmt.msc untuk Device Manager) untuk menjalankannya lebih cepat daripada browsing ke Start menu.

17. Gunakan Address Bar
Sama penggunaannya seperti seperti Run dialog diatas, yang bisa Anda taruh di Taskbar untuk akses lebih cepat ke website , folders dan programs – right-click Taskbar dan pilih Toolbars > Address.

18. Lompat ke File
Jika Anda masuk ke folder penuh dengan program/dokumen, hemat waktu dengan menekan beberapa huruf pertama dari nama filenya – Anda akan lompat ke file tersebut.

19. Gunakan SendTo Folder
Ketikkan %APPDATA%\Microsoft\Windows\SendTo di Start > Run box atau Address bar untuk membuka SendTo folder. Drag program shortcut disini (tahan [Ctrl] ketika Anda men-drag untuk memastikan itu di-copy bukan di-move) dan Anda bisa membukan file dalam program itu dengan right-clicking dan pilih Send to > Program name - sempurna, jika Anda, mempunyai beberapa program image-editing dan ingin memilih selain yang default.

20. Prioritaskan Program Anda
Adalah mungkin untuk memberikan prioritas kepada program untuk diproses, ini akan meningkatkan performa-intensive programs seperti multimedia tools (termasuk Windows Media Player) dan games dibanding program lain.
Default-nya semua programs mempunyai prioritas Normal, tapi mungkin untuk mengubahnya menjadi AboveNormal atau bahkanHigh. Caranya, right-click Taskbar dan pilih Task Manager. Pilih program yang diinginkandi tab Applications,  right-click it dan pilih Go to Process. Sekarang right-click process-nya dan pilih Priority untuk memberinya level baru – jangan pilih RealTime, karena ini akan membuat program melebihi prioritas Windows Vista itu sendiri, dan sistem Anda bisa halt/hang.

21. Disable Security Prompts
Paling gampang men-disable UAC (User Accounts Control) adalah menggunakan tool Tweak VI Basic yang gratis.
Tool Tweak VI basic yang gratis termasuk beberapa setting untuk mempercepat PC. Pertama kali, program akan men-disable User Accounts Control pada saat instalasi jika Anda menghendakinya, menyingkirkan confirmation dialogs yang muncul ketika melakukan administrative-level tasks. Tapi ingat, Anda sedang mengompromikan security untuk kenyamanan, jadi lakukan dengan benar.
Anda juga bisa mematikan UAC melalui control panel. Buka Control Panel dan pilih User Accounts and Family Safety. Pilih User Accounts dan click Turn User Account Control on or off. Hilangkan tanda cawang pada Use User Account Control to protect your computer, click OK dan reboot.

22. Optimasi Superfetch
Windows Vista’s SuperFetch settings didesign untuk meningkatkan performance, dan Tweak VI mempunyai bagian yang didedikasikan untuk periode tertentu menghapus logs dan mengoptimalkannya. Caranya, pilih System Information and Tweaks > Hard drive information… dan pindah ke ‘Prefetcher’ dan ‘SuperFetch’ optimization tab.

23. Defrag Hard Drive Anda
Defragmenting Harddisk adalah mengatur files supaya lebih cepat dipanggil, hasilnya PC lebih cepat. Sebaiknya matikan schedule otomatisnya, karena akan memperlambat akses ke program ketika ini berjalan. Atau jadwalkan pada waktu PC anda tidak terpakai. Metode manual bisa Anda jalankan kapan saja.

24. Boost Hard Drive Anda
Hampir semua harddisk sekarang menggunakan teknologi SATA hard drives, yang lebih superior dibanding IDE. Jadi jika Anda menggunakan laptop atau PC yang terhubung dengan uninterruptible power supply (UPS) anda bisa menjalankan fitur ini. Caranya, click Start, ketik Device Manager dan tekan [Enter]. Buka Disk Drives section, right-click hard drive dan pilih Properties > Policies tab. Write caching seharusnya sudah enable, jadi  tick “Enable advanced performance” dan click OK.

25. Monitor System Demands
Dengan Resource Monitor Anda bisa melihat apa yang sedang terjadi
Right-click Taskbar dan pilih Task Manager, pindah Performance tab untuk melihat demand processor dan memory (click Resource Monitor untuk lebih detil). Pindah ke tab Processes dan click tab CPU untuk melihat apa yang sedang menggunakan system resources

26. Remove Unwated Programs
Makin banyak program, sistem Anda makin pelan. Bahkan program yang tidak sedang berjalan, memakan space di harddisk dan memenuhi Registry. Buka Control Panel dan pilih Uninstall a program dibagian Programs. Pilih program yang ingin Anda singkirkan dan click Uninstall/Change. Ikuti petunjuknya.

27. Optimalkan Startup Anda
Banyak program yang diload dengan Windows Vista memakan resouce dan membuat booting jadi lambat. Beberapa – seperti security tools – memang perlu, lainnya tidak perlu. Temukan apa saja yang bisa dioptimalkan dengan program AutoRuns, bisa Anda download dari Microsoft TechNet.

28. Disable Search Indexing
Perubahan performa untuk meng-indeks file sehingga menghasilkan pencarian yang lebih cepat, bisa diterima kebanyakan orang, tapi jika anda menggunakan sistem dengan spec yang rendah, Anda bisa mematikan indeks, dan mendapatkan performa global lebih baik. Click Start > Computer, right-click drive dan pilih Properties, kemudian untick “Index this drive for faster searching” di General tab, kemudian klik OK.

29. Optimasi Registry
Download dan instal Free Registry Defrag dari registry-clean.net. Click Analyze Registry dan tunggu hasilnya – tidak seperti utility pembersih Registry, tidak ada yang dihapus dari Registry; hanya mendapatkan kembali free space dan mendefragmen file untuk meningkatkan performa.

30. Matikan system Restore
System Restore berguna untuk me-rolling kembali system jika terjadi masalah, tetapi kompensasinya adalah disk space yang lebih sedikit dan memory yang penuh karena Restore points dibuat dan drive Anda selalu dimonitor. Jadi, matikan saja fitur ini. Click Start, right-click My Computer dan pilih Properties. Pilih System Protection, kemudian untick kotak disamping drive Anda dan click Turn off System Restore ketika diminta.

31. Stop Automatic Hibernation
Cegah PC/Notebook Anda untuk melakukan proses sleep/Hibernate untuk membebaskan system resource lebih banyak lagi. Proses Hibernation otomatis berjalan konstan di background dan menggunakan system resources. Jika Anda tidak keberatan dengan hibernate manual, dan tidak sedang menggunakan laptop dengan power dari baterai, matikan saja fitur ini. Buka Control Panel, pilih System and Maintenance dan click “Change when the computer sleeps”. Ganti pilihan “Put the computer to sleep” menjadi "Never" dan click Save changes.

32. Disable Remote Differential Compression
Kecuali Anda memindahkan file melalui network/jaringan secara rutin, fitur ini dapat dimatikan. Buka Control Panel dan pilih Programs. Pilih Turn Windows features on and off, untick Remote Differential Compression dan click OK.

33. Matikan the Sidebar
Setiap Sidebar gadget memakan system resources, jadi gunakan seminimum mungkin atau matikan saja. Right-click sidebar dan pilih Properties. Untick “Start the Sidebar when Windows starts” dan click OK, kemudian right-click lagi dan pilih Close Sidebar.

34. Disable Transparent Effects

Disable transparency di Windows Aero untuk respon yang lebih baik. Glass effect yang digunakan Windows Aero memakan system resources yang besar. Anda bisa mematikan fitur ini tanpa mematikan Windows Aero. Caranya: right-click desktop dan pilih Personalize. Pilih Window Colour and Appearance dan untick Enable Transparency. Kemudian klik OK.

Mencegah virus menular melalui Flashdisk

Dengan penggunaan flashdisk yang sudah umum dimana-mana, menjadi salah satu sebab menjamurnya virus, terutama virus lokal. Ini terlihat sejak masa jayanya virus brontok. Sampai saat ini, saya sering sekali melihat hampir setiap komputer/laptop teman-teman di perkantoran terkena virus, yang terkadang mereka tidak menyadari. Selain Antivirus yang seharusnya senantiasa diupdate minimal seminggu sekali, sebenarnya ada tips yang sangat bermanfaat untuk mencegah menularnya virus dari media seperti flashdisk tanpa kita sadari. Berikut langkah-langkahnya :

1. Buka Registry Editor, dengan cara klik Start Menu > Run dan ketik regedit dan klik OK

2. Cari Lokasi :

KEY_CURRENT_USER\Software\Micros oft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

3. Buat key baru ( Klik kanan > New > DWORD Value ) beri nama : NoDriveAutoRun

4. Double klik untuk mengisi nilai ( data ). Pilih Base : Decimal dan isikan Value data dengan nilai 67108863

5. Jika diperlukan, dapat juga menambahkan nilai yang sama di

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Micr osoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer

6. Restart Komputer

Dengan penambahan setting ini, maka ketika kita memasang flashdisk, windows tidak akan otomatis menjalankan program autorun yang ada di flashdisk. Untuk lebih jelasnya, artikel ini dapat dicari/dibaca di tutorial Windows Registry Guides. Download.

Settings:
User Key: [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
System Key: [HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windo ws\CurrentVersion\Policies\Explorer]

Name: NoDriveAutoRun
Type: REG_DWORD (DWORD Value)
Value: 32-bit bitmask

Mengembalikan USB Flash yang di Disable / Write Protected


Pernahkah mengalami Flash Disk atau Hardisk Eksternal dengan kabel USB yang tiba-tiba tidak bisa digunakan, mungkin di disable aksesnya atau muncul pesan Write-Protected ? Jika mengalami hal ini, atau ingin menonaktifkan penggunaan USB di komputer anda dan membatasi aksesnya, bisa dicoba tips berikut.

Minimal ada 2 hal yang bisa menyebabkan media penyimpan USB tidak bisa diakses, pertama memang aksesnya di disable dan yang kedua, aksesnya di proteksi, biasa muncul pesan bahwa “The disk is write-protected”. Dua-duanya bisa diatur melalui registry windows.
This Disk is Write-Protected
Pada kondisi ini, USB masih bisa dibaca, tetapi tidak bisa ditulis atau untuk menyimpan data. Jika akan digunakan untuk menyimpan data maka akan muncul pesan seperti ini :

Jika mengalami kejadian seperti diatas, maka coba ikuti tip berikut :

1. Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)

2. Cari Key berikut :

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\Curren tControlSet\Control\StorageDevicePolicies

3. Jika di panel bagian kanan ada WriteProtect, double click dan dibagian value data isikan 0 atau hapus WriteProtect tersebut atau bisa juga hapus key StorageDevicePolicies. Kemudian refresh (View > Refresh)

4. Coba lepas USB Flash Disk dan ulangi copy datanya
Sebaliknya, untuk membatasi pengguna komputer agar tidak bisa menulis, mengcopy atau memindah data di flash disk, maka bisa dilakukan dengan tips berikut :

1. Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
2. Cari Key (mirip folder) berikut

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control

3. Buat key baru (klik kanan dan pilih menu New > Key, kemudian beri nama StorageDevicePolicies

4. Kemudian buka key StorageDevicePolicies tersebut dan klik kanan pilih New > DWORD Value beri nama WriteProtect

5. Double click WriteProtect tersebut, di bagian value data dan isi dengan nilai 1. Klik OK

Selain CurrentControlSet, pengubahan juga harus dilakukan di key ControlSet001, ControlSet002 dan seterusnya jika ada. Jadi bisa di cek di Key berikut :

• HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\StorageDevicePolicies
• HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\StorageDevicePolicies


Setelah di set seperti diatas, maka semua user yang menggunakan komputer tersebut tidak dapat menyimpan, mencopy atau memindah data ke USB Flash Disk, tanpa harus me restart komputer terlebih dahulu. Sehingga muncul pesan disk write-protected seperti diatas. Tips ini dapat berjalan di Windows XP SP2 and SP3, Windows Vista, Windows Server 2003 dan 2008. (http://ebsoft.web.id)
USB Mass Storage tidak berfungsi (Disable)

Ada kalanya media penyimpan eksternal seperti USB Flash Disk, hardisk Eksternal dan sejenisnya tidak bisa diaktifkan atau di disable. Jika mengalami hal ini maka coba tip berikut :

1. Buka Registry Editor ( Start Menu > Run, ketik : Regedit, kemudian tekan enter/klik OK)
2. Cari Key berikut :

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStor

3. Di panel bagian kanan double klik Start, ganti isinya (Value data) dengan 3 untuk mengaktifkan USB storage, jika isinya 4 maka Removable USB mass storage akan di disable.

Jika efeknya tidak langsung terlihat, maka Restart komputer terlebih dahulu. Tips ini dapat diterapkan di Windows Vista, XP, Windows Server 2008, 2003 dan 2000.



Wisnu PenggMar tErmoS TeLah tiBA .........................!!!!!!!